cursor blog

Jumat, 04 Juli 2014

RISET OPERASI


KATA PENGANTAR

Pertama-tama kami ingin mengucapkan puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah memberkati kami sehingga dapat menyelesaikan penyusunan tugas penelitian Riset Operasi yang dilaksanakan di usaha penjahit “Nur” . Kami juga ingin mengucapkan terima kasih bagi seluruh pihak yang telah membantu kami dan berbagai sumber yang telah kami dapat sebagai data dan fakta pada makalah ini.
Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas kelompok pada mata kuliah Riset Operasi, yang dibimbing oleh Ibu Rahmawati,s.kom selaku dosen Riset Operasi di Stmik AdhiGuna Palu.
Kami mengakui bahwa kami adalah manusia yang mempunyai keterbatasan dalam berbagai hal. Oleh karena itu tidak ada hal yang dapat diselesaikan dengan sangat sempurna. Begitu pula dengan metode penelitian makalah yang telah kami selesaikan. Kami merasa masih banyak kekurangan baik pada tehnik penulisan maupun materi, tidak semua hal dapat kami deskripsikan dengan sempurna dalam makalah ini. Kami melakukannya dengan semaksimal mungkin dengan kemampuan yang kami miliki. Di mana kami juga memiliki keterbatasan kemampuan. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan makalah ini.
Akhirnya penulis berharap Tuhan Yang Maha Esa membrikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya kalangan banyak umumnya. Amin






Palu, 10 Juni 2014



Penyusun 




BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Zaman demi zaman berlalu, kebutuhan manusiapun turut meningkat. Masyarakat sebagai kumpulan manusiapun meningkat kebutuhannya. Salah satu dari yang dibutuhkan masyarakat adalah kebutuhan akan sandang atau pakaian. Manusia membutuhkan pakaian untuk menutupi dan melindungi dirinya dari cuaca dingin dan panas dan dari serangan binatang (serangga).
Sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi, pakaian tidak hanya dipakai untuk menutupi dan melindungi dirinya saja, tetapi juga untuk keindahan. Oleh karena itu muncullah mode pakaian. Mode pakaian yang ada terus berkembang pesat sehingga pakaian menjadi industri yang cukup diperhitungkan. Adanya lembaga kursus menjahit dan pelatihan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dibidang menjahit dan industri pakaian..
Keterampilan menjahit yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan keterampilan dan menciptakan sumberdaya manusia yang berkualitas dan pada gilirannya akan membantu pemerintah dalam mengembangkan sektor industri kecil dan mengurangi angka pengangguran.
Optimasi produksi dapat dilakukan dengan melakukan Riset Operasional untuk mengetahui jumlah produk yang paling optimal untuk diproduksi guna memaksimalkan keuntungan. Dalam memecahkan masalah dengan menggunakan riset operasional, diperlukan data yang sesuai sebagai fungsi tujuan dan fungsi batasan.

1.2  Rumusan Masalah
Permintaan pasar terhadap pakaian sangat bervariasi seiring dengan banyaknya jenis pakaian yang disebabkan oleh banyaknya industri, sehingga daya saing satu jenis pakaian menjadi sangat tinggi. Perlu dilakukan riset operasional untuk memaksimalnan keuntungan bagi pelaku usaha menjahit skala rumah tangga (home Industri).


1.3  Batasan Masalah
Ruang lingkup permasalahan penelitian ini dibatasi pada industri pakaian berskala rumah tangga (home industri) yang memproduksi jenis pakaian.

1.4  Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1.      Mengetahui keuntungan yang diperoleh dari produksi menjahit sebuah pakaian.
2.      Mengetahui optimalisasi produksi menjahit.

1.5   Manfaat
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang optimalisasi desain baju dalam menjahit yang akan diproduksi sehingga dapat memaksimalkan keuntungan bagi pengusaha penjahit.

1.6  Tempat dan Waktu Penelitian
·         Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan Pada Home Industri penjahit Nur yang terletak di Jl. Dewi Sartika , Palu-Sulawesi Tengah.

·         Waktu Penelitian
            Tugas Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 19 April s.d 10 Juni 2014.
 
1.7      Pengumpulan Data
Penelitian ini dilakukan dengan beberpa metode untuk mendapatkan  data berupa: biaya produksi, harga jual produk, jumlah maksimal produk yang bisa dijual, dan  lama produksi. Hal ini dapat memberikan saran atau usulan yang tepat dan berarti untuk mengoptimalkan dua jenis pakaian yang berbeda saat dijahit.

·         Wawancara
            Melakukan komunikasi dan tanya jawab langsung dengan pemilik usaha penjahit Nur. Sehingga dengan adanya wawancara tersebut dapat diperoleh data – data yang diperlukan didalam penelitian mengenai optimalisasi dua jenis pakaian yang berbeda.

·           Observasi
            Observasi yaitu mengadakan pengamatan secara langsung di tempat Usaha penjahit Nur dan mengambil beberapa gambar/foto.

1.8              Pemasaran
Memasarkan usaha jasa menjahit pakaian di lakukan dengan cara,  Promosi dari mulut ke mulut. Dimulai dari keluarga terdekat, teman dekat, hingga tetangga di lingkungan rumah. Dari klien-klien terdekat itulah, nantinya jaringan pemasaran dapat berlanjut pada orang lain yang kenal dengan orang yang telah menjadi pelanggan.


BAB 2
PROFIL PERUSAHAAN

2.1       Nama Perusahaan
            Nama perusahaan home industri tempat kami melakukan penelitian adalah Penjahit NUR.

2.2       Sejarah Perusahaan
Industri Penjahit ‘Nur’ merupakan industri skala rumah tanggah milik ibu Anggi yang terletak di Jl.Dewi Sartika, Palu. Ibu  Anggi memulai usahanya sekitar tahun 1998 dengan berawal dari hobbi menjahit , menjahit mulai dari hal-hal kecil seperti menjahit baju atau celana yang sobek diperbaiki dan dijahit juga memperbaiki resleting celana. Dengan kegemaran menjahit Ibu Anggi mengikuti kursus selama 6 bulan lalu setelah itu bekerja disalah satu perusahaan sebagai karyawan menjahit dan bekerja selama 2,5tahun diperusahaan tersebut.
 Membuka usaha pada awalnya dimulai pada tahun 2003,dengan bermodal 2 mesin jahit dan 1 obras. Model baju yang dibuat bermacam-macam ada pakaian dinas, pakaian pesta,pakaian anak-anak, rok dll. Proses menjahitnya juga tidak ribet jika hanya punya contoh dalam bentuk gambar/foto baju yang ingin buat, maka dengan itu pun sudah cukup untuk dapat membuat pola dan kemudian baju yang di inginkan jadi sesuai dengan gambar/contoh baju keinginan.
Semua pakaian dikerjakan sesuai dengan permintaan pelanggan dengan teliti menggunakan peralatan dan perlengkapan jahit yang berkualitas, sehingga kualitas jahitan bisa terjaga dan eksklusif. Selain itu sangat menghargai waktu, jadi setiap pesanan akan selesai pada waktu yang telah disepakati.

2.3       Struktur Perusahaan
Berikut adalah struktur organisasi pada penjahit ‘Nur’ :
·         Pimpinan            :  Anggi
·         Anggota             :  Janna

2.4       Produk Perusahaan
            Produk yang dijalankan yaitu menjahit pakaian anak-anak, dewasa, pakaian dinas dan pakaian pesta.

2.5       Proses Produksi
a.    Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat Pakaian antara lain :
1.      Kain
2.      Benang jahit               
3.      Benang obras
4.      Kain kapas
5.      Karet elastis
6.      Restleting
7.      Jarum
8.      Meteran


b.    Cara membuat Pakaian yang dijahit :
1.      Datang ketempat usaha penjahit Nur
2.      Konsultasi mengenai kebutuhan baju yang ingin di buat/jahit, termasuk menentukan bahan/kain yang diinginkan, dan juga model akhir yang diinginkan termasuk menentukan ongkos jahit.
3.      Melakukan pengukuran ukuran badan.
4.      Kami Menerima DP (Hal penting untuk komitmen)
5.      Membuatkan Pola baju sesuai pesanan.
6.      Proses Jahit/Pembuatan baju
7.      Baju pesanan telah selesai.
8.      Pelunasan Pembayaran.
           

2.7       Harga Jual
Pakaian dinas dan Pakain pesta, memiliki harga yang berbeda :
Pakaian dinas Rp. 100.000
Pakaian pesta Rp. 600.000



BAB 3
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1  Perhitungan secara manual
Suatu usaha penjahit “Nur” memproduksi 2 jenis produk yaitu pakaian dinas dan pakaian  pesta,. Kebutuhan kain dalam mendesain pakaian dinas 2 meter sedangkan pakaian pesta 4meter. Proses pakaian dinas memiliki 4 jam kerja sedangkan proses pakaian pesta memiliki 32 jam kerja. Untuk menghasilkan desain baju membutuhkan waktu 20 hari, sedangkan menjahit membutuhkan waktu 64 hari. Laba untuk tiap satu buah Pakaian dinas Rp.100.000 dan pakaian pesta Rp.100.000 .
Jawab :
1)      Menentukan variabel
X1 : Pakaian Dinas
X2 : Pakaian Pesta
2)      Membuat fungsi tujuan
Untuk mendapatkan maksimum jumlah keuntungan (Zmaksimum).
3)      Menentukan fungsi batasan
a)      Alokasi sumber                                    x1                    x2
-          Desain baju                  2                      4                     
-          Menjahit                      4                      32
b)      Kapasitas sumber
-          Desain baju                  b1 = 20 hari
-          Menjahit                      b2 = 64 hari
Table linear
Kegiatan/sumber
Pemakaian sumber per unit(keluaran)
Kapasitas sumber
1.      Desain baju
2.      Menjahit
a11 ( 2 )                a12 ( 4 )
a21 ( 4 )                a22 ( 32 )
20
64
Az pertumbuhan tiap unit tingkat kegiatan
C1 ( 100.000 )        C2 ( 600.000 )
X1                            x2


4)      Membuat formulasi model linear programming
a)      Fungsi tujuan : Zmaks :    c1 x1                       +          c2 x2               + c3 x3 +  ….
: 100.000 x1    +          600.000 x2
b)      Fungsi batasan : 1. 2x1            + 4x2   <  20
 2. 4x1 + 32x2 < 64
Desain baju      : 2x1 + 4x2 = 20
Menjahit          : 4x1 + 32x2 = 64
Metode substitusi
1.      Batasan I          = x3 ( Desain baju )
Batasan II        = x4 ( Menjahit )
Fungsi batsan   = Desain baju   : 2x1 + 4x2 + x3 = 20
   Menjahit       : 4x1 + 32x2 + x4 = 64
Fungsi tujuan   = Zmaks           : 100.000 x1 + 600.000 x2

Beberapa substitusi :
1.                        X1 dan x2 ( DB ) = 0
2.                        X2 dan x3 ( DB ) = 0
3.                        X1 dan x3 ( DB ) = 0
4.                        X1 dab x2 ( M ) = 0
5.                        X2 dan x4 ( M ) = 0
6.                        X3 dan x4 ( M ) = 0
7.                        X3 dan x4 ( M . DB ) = 0

1)                  X1 dan x2 (DB) = 0
DB : 2x1 + 4x2 + x3 = 20
    x3= 20                    
x1=0 , x2=0 , x3=20 , x4= ?

M= 4x1 + 32x2 + x4 = 64
                            x4= 64                    
x1=0 , x2=0 , x3=20, x4= 64

Zmaks = 100.000 ( x1) + 600.000 (x2) + x3 + x4
                        0         +           0      + 20 + 64
                                                               84

2)                  X2 dan x3 (DB) = 0
DB = 2x1 + 4x2 + x3 = 20
                          2x2 = 20
                          X2  = 20/2 = 10                    
x1=? , x2=10 , x3=0 , x4= ?

M = 4x1 + 32x2 + x4 = 64
              32(10) + x4 = 64       
       320 + x4 = 64
                            X4 = 64 /320
                            X4 = -5        ( Tidak Vesibel )


3)                  x1 dan x3 (DB) = 0
DB = 2x1 + 4x2 + x3 = 20
                          4x2 = 20
                            x2 = 20/4
    x2 = 10       
x1=0 , x2=5 , x3=0 , x4= ?
M = 4x1 + 32x2 + x4 = 64
                 32(5) + x4 = 64
                  160  + x4 = 64
                            x4 = 64/160
                            x4 = - 96      ( Tidak Vesibel )
           
4)                  x2 dan x4 (M) = 0
M = 4x1 + 32x2 + x4 = 64
   4x1= 64
                            x1 = 64/4
    x1 = 16                   
x1=16 , x2=0 , x3=? , x4= 0

DB = 2x1 + 4x2 + x3 = 20
               2(16)   + x3 = 20      
                   32    + x3 =20
                            x3 = 20 – 32
                                        x3 = - 12      ( Tidak vesibel )

5)                  x1 dan x4 (M) = 0
M = 4x1 + 32x2 + x4 = 64
                        32x2 = 64
                          x2   = 64/32
  x2   = 2         
x1=0 , x2=2, x3=? , x4= 0

DB = 2x1 + 4x2 + x3 = 20
                   4(2) + x3 = 20      
                      8  + x3 = 20
                            x3 = 20 – 8
                                         x3 = 12                              
x1= 0 , x2=2 , x3=12 , x4=0
           
Zmaks = 100.000 ( x1) + 600.000 (x2) + x3 + x4
              100.000 ( 0 )   + 600.000 ( 2 ) + 12   + 0
                                1.200.000                   12



6)                  x3 dan x4 ( M . DB )  = 0
DB       = 2x1   + 4x2   + x3 = 20    x2
M         = 4x1   + 32x2 + x4 = 64    x1
                           4x1   + 8x2   + x3 = 40
                  4x1   + 32x2 + x4 = 64
                     -24 x2 = - 24
x2  = - 24 / - 24
x2  = 1


DB       = 2x1   + 4x2   + x3 = 20   x8
M         = 4x1   + 32x2 + x4 = 64   x1
                          16x1  + 32x2 + x3 = 160
                  4x1   + 32x2 + x4 = 64
                      12x1  =  96
            x1    =  96 / 12
            x1    = 8
                        x1 = 8 , x2 = 1 , x3 = 0 , x4 = 0
Zmaks = 100.000 ( x1) + 600.000 (x2) + x3 + x4
            =  100.000 ( 8 )  + 600.000 ( 1 )+ x3 + x4
            = 800.000           + 600.000
            = 1.400.000

Jadi kesimpulan : Keuntungan maksimal sebesar Rp.1.400.000 memproduksi Pakaian dinas (x1) = 8 buah dan memproduksi Pakaian pesta ( x2 ) = 1 buah.





Metode simpleks
Perusahaan ternilai dimana :
·         Fungsi tujuan   : Zmaks = 100.000 x1 + 600.000 x2
·         Fungsi batasan : Desain baju    = 2x1 + 4x2 < 20
  Menjahit        = 4x1 + 32x2 < 64
Tahap penyelesaian menggunakan metode simpleks :
1.      Mengubah tanda ( <  ) menjadi ( = )
Rumus fungsi batasan =           Desain baju     = 2x1 + 4x2 = 20
                                                 Menjahit         = 4x1 + 32x2 = 64
2.      Mengubah fungsi tujuan :
Zmaks = 100.000 x1 +  600.000 x2 + 0s1 + 0s2
3.      Menjabarkan dalam bentuk matriks :
       
   a11   a12              1      0           x1 x2 s1s2              B1
                                                              
    a21   a22              0      1                                          B2
                                                          

    2      4                1    0               x1 x2 s1 s2   =        20                   
                            4      32              0    1                                              64
4.      Table utama simpleks :
CB
VB
CJ / BI
100.000
600.000
0
0




X1
X2
S1
S2
NK
0
S1
20
2
4
1
0
5
0
S2
64
4
32
0
1
2

ZJ
0
0
0
0
0


ZJ - CJ

-100.000
-600.000
0
0


5.      Memilih kolom kunci dengan memilih kolom fungsi dengan nilai terbesar.
Kolom kunci terletak pada x2 dengan nilai ( – 600.0000 ).

6.      Memilih baris kunci
-          Cari nilai NK
NK = 20/4 = 5
       = 64/32 = 2
Baris kuncinya terletak pada baris s2 dengan nilai (2)

7.      Mengubah nilai baris kunci menjadi baris baru.
NBK = 64/32   ,      4/32        , 32/32 ,  0/32    ,   1/32
NBB = 2             ,     0,125      ,     1       ,    0          ,   0,03
( Untuk x2 )

8.      Mengubah nilai baris selain baris kunci
NBL     = 20     2          4          1          0
NBB    = 2       0,125   1          0          0,03
AK       = 4
            20        2          4          1          0
            2          0,125   1          0          0,03   . (4)
            20        2          4          1          0
            8          0,5       4          0          0,12
            12        1,5       0          1          - 0,12 ( Nilai untuk s1 )

9.      Mengubah tahap pertama simpleks
CB
VB
CJ / BI
100.000
600.000
0
0




X1
X2
S1
S2
NK
600.000
X2
2
0,125
1
0
0,03
16
0
S1
12
1,5
0
1
-0,12
8

ZJ
1.200.000
75.000
600.000
0
18.000


ZJ - CJ

-25.000
0
0
18.000


Kembali ke tahap 5 :

5.   Memilih kolom kunci dengan memilih kolom fungsi dengan nilai terbesar.
Kolom kunci terletak pada x1 dengan nilai ( – 25.000 ).

6.   Memilih baris kunci
-          Cari nilai NK
NK = 2 / 0,125 = 16
       = 12 / 1,5  = 8
Baris kuncinya terletak pada baris s1 dengan nilai (8)

7.   Mengubah nilai baris kunci menjadi baris baru.
NBK = 12/1,5  ,           1,5/1,5 ,           0/1,5   ,           1/1,5   ,           -0,12/1,5
NBB = 8          ,           1           ,          0          ,           0,6       ,           -0,08
( Untuk x1 )

8.                        Mengubah nilai baris selain baris kunci
NBL     = 2       0,125   1          0          0,03
NBB    = 8       1          0          0,6       -0,08
AK       = 0,125
            2          0,125   1          0          0,03
            8          1          0          0,6       -0,08   . (0,125)
            2          0,125   1          0          0,03
            1          0,125   0          0,075   -0,01
            1          0          1          0,075   0,02 ( Nilai untuk x2 )

CB
VB
CJ / BI
100.000
600.000
0
0




X1
X2
S1
S2
NK
100.000
X1
8
1
0
0,6
-0,08

600.000
X2
1
0
1
0,075
0,02


ZJ
1.400.000
100.000
600.000
105.000
20.000


ZJ – CJ

0
0
105.000
20.000


Kesimpulannya : Keuntungan Maksimalnya Rp. 1.400.000 dimana memproduksi Pakaian dinas 8 buah ( x1 ) dan Pakaian pesta 1 buah ( x2 ).



Metode Grafik
·         Fungsi tujuan : 100.000 x1 + 600.000 x2
·         Fungsi batasan : Desain baju    = 2x1 + 4x2 <  20
 Menjahit         = 4x1 + 32x2 < 64
Penyelesaian metode grafik
1)      Ubahlah tanda pertidaksamaannya ( <  ) menjadi persamaan ( = ) sehingga menjadi :
DB = 2x1 + 4x2 = 20
M   = 4x1 + 32x2 = 64
2)      Mencari titik potong untuk masing-masing batasan :
·         Titik porong berdasarkan Desain baju = 2x1 + 4x2 = 20
Jika x1 = 0 maka 2x1 + 4x2 = 20
                                                4x2 = 20
                                                x2   = 20/4
                                                x2   = 5
Maka ( x1,x2) = ( 0,5 ) à titik A
Jika x2 = 0 maka 2x1 + 4x2 = 2
                                                2x1 = 20
                                                x1   = 20/2
                                                x1   = 10
Maka ( x1, x2 ) = ( 10, 0 ) à titik B

·         Titik potong berdasarkan Menjahit = 4x1 + 32x2 = 64
Jika x1 = 0 maka 4x1 + 32x2 = 64
32x2 = 64
 x2    = 64/32
 x2    = 2
Maka ( x1,x2) = ( 0,2 ) à titik A
Jika x2 = 0 maka 4x1 +32x2 = 64
                                                4x1 = 64
                                                 x1  = 64/4
                                                 x1  = 16
Maka ( x1,x2) = ( 16,0 ) à titik B

3)      Menggambarkan fungsi batasan ke dalam sumbu koordinat cartesius dengan diketahui :
·         Batasan I ( Desain baju ) 2x1 + 4x1 = 20
Titik A = ( 0,5 )
Titik B = ( 10,0 )
·         Batasan II ( Menjahit ) 4x1 + 32x2 = 64
Titik C = ( 0,2 )
Titik D = ( 16,0 )

4)      Menentukan daerah visible yaitu daerah yang terkena arsiran sejumlah batasan pada suatu koordinat cartesius.

5)      Menentukan titik yang membentuk daerah visible
Titik O = ( 0,0 )
Titik B = ( 10,0 )
Titik C = ( 0,2 )
Titik P = ( x1,x2 )
Cari nilai perpotongan ( x1,x2 ) dengan metode substitusi :
DB = 2x1 + 4x2              = 20  x2
M   = 4x1 + 32x2 = 64 x1
           4x1 + 8x2  = 40
          4x1 + 32x2 = 64
      -24x2 = 40
            x2 = -24/-24
            x2 = 1

2x1 + 4x2 = 20
2x1 + 4(1) = 20
2x1 + 4 = 20
2x1 + 4 = 20 – 4
      2x1 = 16
        x1 = 16/2
        x1 = 8
Jadi titik potongnya ( x1,x2 ) = ( 8,1 )

6)      Mencari nilai zmaks berdasarkan titik yang menentukan daerah vesibel
Titik
Zmaks = 100.000 x1 + 600.000 x2
Titik 0 ( 0,0 )
Titik B ( 10,0 )
Titik C ( 0,2 )
Titik P ( 8,1 )
Zmaks = 100.000 (0) + 600.000 (0)  = 0
Zmaks = 100.000 (10) + 600.000(0) = 1.000.000
Zmaks = 100.000 (0) + 600.000 (2)  = 1.200.000
Zmaks = 100.000 (8) + 600.000 (1)  = 1.400.000


ü  Jadi titik yang menghasilkan zmaks adalah titip P ( 8,1 ) dengan nilai 1.400.000

7)      Menghitung sisa sumber berdasarkan titik yang menghasilkan nilai zmaks :
Titik P ( 8,1 )
Sumber
Yang terpakai
Sisa sumber kapasitas
Desain baju
2x1 + 4x2 = 20
2(8) + 4(1) =20
16 + 4 = 20

20 – 20 = 0
Menjahit
4x1 + 32x2 = 64
4(8) + 32(1) = 64
32 + 32 = 64

64 – 64 = 0